Posted by: cepul22 | October 18, 2010

Autobiografi Muhammad Syaeful Jabbar

Pada tanggal 13 September tahun 1990 lahir seorang anak laki-laki di sebuah rumah sakit di daerah Tanah Abang dengan selamat. yang diberi nama Muhammad Syaeful Jabbar. Anak laki-laki tersebut adalah saya. Saya merupakan anak pertama dari empat bersaudara. Saya adalah anak laki-laki satu-satunya. Setidaknya sampai saat ini. Karena mama saya sedang mengandung dan kemungkinan akan melahirkan anak laki-laki lagi.

Saya selalu mendapatkan pendidikan dari institut swasta. Mulai dari TK sampai perguruan tinggi yang sekarang saya jalani. TK tempat saya menimba ilmu pertama kali adalah milik Yayasan Pengembangan Infaq Baitul Maal. Terletak dekat sebuah sekolah tinggi ternama STAN. Sedangkan SD saya merupakan Sekolah Dasar Islam Terpadu. SDIT Al Hikmah tempat saya menimba ilmu pada saat itu. Mungkin inilah yang membuat orang tua saya tertarik dengan SD tersebut. Islam Terpadu. Memang disana pelajaran agamanya hampir sama dengan Madrasah Ibidaiyah. Tapi ada satu mata pelajaran yang sangat berbeda, yaitu tahfidz. Tahfidz yang dibedakan dengan pelajaran lain. Biasanya digabung dengan mata pelajaran agama tapi disini dijadikan satu mata pelajaran sendiri. Hal inilah yang membuat saya terbiasa untuk membaca Al Qur’an dengan baik dan benar. Walaupun sekarang belum ada peningkatan yang signifikan lagi, tidak seperti waktu di SD.

Perjalanan hidup saya di waktu SMP benar-benar cerminan seorang bocah SMP waktu itu. Penuh dengan hal yang namanya bermain dan terus bermain. Sekolah Menengah Pertama Islam Terpadu Nurul Fikri adalah tempat saya menimba ilmu waktu itu. Sekolah dengan gedung seadanya tapi dengan halaman yang seluas-luasnya, dan juga masih memiliki lapangan sepak bola di belakang gedung sekolah. Hal ini yang menjadikan SMP saya tempat bermain yang sangat mengasyikan. Bermain bola, permainan benteng, dan permainan out bond lainnya.

Masa pendidikan di SMA merupakan hal yang sangat berarti bagi saya. Kegiatan berorganisasi saya mulai di sini. Di Sekolah Menengah Akhir Islam Terpadu Nurul Fikri. Yang membuat saya tertarik untuk berorganisasi adalah kakak kelas saya yang membuat acara Masa Orientasi Siswa untuk angkatan saya. Ya saya tidak berhasil masuk Organisasi Siswa pada kelas satu tetapi saya langsung menduduki posisi kunci pada struktur saat kelas dua. Saya memulai karir berorganisasi sebagai Sekretaris satu pada saat itu. Dan tidak lama setelah itu saya menjadi ketua panitia pelaksana Masa Orientasi Siswa. Menjadi ketua panitia pada kegiatan yang saya dambakan. Alhamdulillah kegiatan itu pun berjalan lancar dengan kesuksesan acara diatas 80%.

Diluar pendidikan formal saya mengikuti sebuah kelompok pengajian yang beranggotakan tidak lebih dari dua belas orang. Dalam kelompok tersebut tidak hanya membahas cara mengaji yang baik dan benar tapi juga nilai-nilai agama. Membiasakan untuk membuat target dari sekala yang kecil hingga yang besar,  jangka pendek dan jangka panjang. Karena saya termasuk orang yang suka malas walaupun saya masuk ke dalam kelompok tersebut tetap saja saya terkadang tidak memenuhi target yang saya buat sendiri. Terbukti dengan telah berjalan dua tahun lebih saya di Perguruan Tinggi Gunadarma IPK saya masih belum lebih dari 2,5. Semoga dengan penulisan saya ini membuat saya menjadi suka rajin.

Advertisement

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.