Tiba-tiba jadi inget dengan acara yang berlangsung pada tanggal 7 November lalu. Iya sebuah acara yang di adakan dengan adanya kerja sama antara Yayasan Keluarga Kreatif Indonesia dan PT Indosat serta PT IM2. Yang berlokasi di Auditorium 001 Lt. 4 Kantor Pusat PT Indosat Jl. Medan Merdeka Barat No. 21, Jakarta Pusat. Para peserta terdiri dari mahasiswa dan pelajar SMA/SMK se-jabodetabek. Acara tersebut merupakan sosialisasi program INSANI (Internet sehat dan Aman Indonesia).
Acara yang berlangsung dari jam 9 pagi sampai kurang lebih jam 1 siang itu sangat menarik. Di modetori oleh Bpk. Ferry Zuljanna juga para panelis yang memang sesuai dengan tema. Bpk. Irwan Rinaldi sebagai badan pengawas di YKKI, Bpk. Irwin Day sebagai Direktur Utama AWARI dan juga sebagai admin Nawala, Bpk. Agus Pahlevi tentu sebagai staff IM2 yang internet sebagai ranah kerja pasti mengetahui seluk beluk tentang internet.
Pembahasan yang sangat mengena bagi para peserta yang masih terlihat muda, termasuk saya. Bagaimana menggunakan internet dengan sehat dan aman? Tentu dari penggunanya terlebih dahulu karena bagaimanapun penyaringan pertama terdapat pada diri kita sendiri. Apakah kita mau membuka konten yang bersifat negatif atau tidak, Apakah kita akan mencoba-coba judi di internet atau tidak. Tentang pemasangan DNS yang juga mungkin sedikit membuat bingung karena hanya sedikit yang mengerti tentang internet. Namun itu semua akan menjadi mudah dengan mempraktekannya sendiri. Apalagi pemasangan DNS ini akan menjadi kebutuhan agar kita bisa melindungi diri serta pengguna internet lainnya.
Biasanya pengguna internet yang mengakses konten-konten bersifat negatif dimulai karena kesendirian dan kebosanan. Karena bosan maka mereka mencari kesenangan baru. Lalu karena ketakutan atau kemarahan. Karena takut atau marah mereka mengakses situs-situs yang bersifat negatif entah untuk dirinya sendiri ataupun terhadap orang lain. Kemudian karena stres atau capai. Menurut saya apabila seseorang sudah mencapai batas stresnya atau batas ketahanan tubuhnya maka ia akan mencari sesuatu yang dianggap bisa memuaskan hatinya yang apabila ia salah memilih maka ia akan terjerumus terus kedalamnya dan akan sulit untuk ditolong kembali.

